Insiden kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning pada Rabu (1/4/2026) malam meninggalkan duka mendalam. Tercatat sebanyak 17 warga menjadi korban, di mana beberapa di antaranya menderita luka bakar serius hingga di atas 50 persen.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah meninjau langsung kondisi para korban di rumah sakit.
“Data sementara ada 17 korban. Beberapa mengalami luka bakar cukup parah di atas 50 persen dan memerlukan perawatan intensif,” ujar Kusumo, Kamis (2/4/2026).
Sebaran Data Korban di Rumah Sakit
Saat ini, para korban tersebar di beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis:
-
RS Citra Arafiq: Fajar Sidiq Budianto, Dimas Kurnianto, Sapta Prihantono, Widaro, dan Aliyah Raisyah.
-
RSUD Kabupaten Bekasi: Aulia Putri Budiasih dan Adi Bagus Triono.
-
RS Satria Medika: Kosasih, Agustinus, dan Yakub.
-
RSUD Kota Bekasi: Darmadi dan Winarno.
-
RS Permata: Junipan dan Syamsul Bahri.
-
RS Kartika Husada: Djaimun dan Imas Prayoga.
-
RS Uni Medika: Suyadi.
Beberapa korban dengan luka ringan telah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan, sementara sisanya masih berjuang di ruang perawatan intensif.
Pertamina Janji Tanggung Jawab Penuh
Menanggapi musibah ini, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada warga terdampak. Ia menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.
Selain biaya medis, Pertamina juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah setempat (RT/RW hingga Kelurahan) untuk mendata kerusakan bangunan warga. “Kami pastikan penanganan pasca-insiden, terutama bagi korban dan warga sekitar, menjadi tanggung jawab penuh kami,” tegas Satria.
Dugaan Penyebab: Arus Pendek Listrik
Kebakaran yang menghanguskan area seluas 2.000 meter persegi ini diduga kuat dipicu oleh arus pendek listrik. Berdasarkan keterangan Plt. Kepala Dinas Damkarmat Kota Bekasi, Heryanto, kondisi SPBE yang sedang beroperasi saat kejadian membuat api cepat membesar dan meningkatkan risiko ledakan gas.
Meski hampir seluruh area SPBE mengalami kerusakan berat, seluruh karyawan dilaporkan sempat menyelamatkan diri sebelum ledakan besar terjadi. Kini, fokus utama dialihkan pada pemulihan fisik para korban dan pembenahan rumah warga yang rusak akibat dahsyatnya kobaran api.