JAKARTA – Pemerintah menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan semakin dioptimalkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pengembangan riset, inovasi, ilmu pengetahuan, teknologi, serta percepatan industrialisasi berbasis sumber daya manusia unggul.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menekankan bahwa arah kebijakan fiskal tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga menjadi motor penggerak transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Penguatan APBN menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan ekosistem inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas investasi, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia menuju target menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.
Purbaya menjelaskan pemerintah akan terus menjaga kondisi APBN tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan agar mampu menjalankan fungsi ganda sebagai penyangga stabilitas ekonomi sekaligus instrumen pembangunan yang menghasilkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, serta industrialisasi berbasis talenta menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional yang lebih modern dan berdaya saing global.
“Melalui forum KSTI ini, pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi.”
“Khusunya, dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional,” kata Purbaya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Ia menilai keberhasilan pembangunan ekonomi tidak dapat dicapai hanya melalui kebijakan pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi erat antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, serta sektor industri agar inovasi dapat diterapkan secara nyata.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diyakini menjadi kunci utama untuk mempercepat lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan nilai tambah industri nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat internasional.
Purbaya menegaskan target Indonesia menjadi lima besar ekonomi dunia pada 2045 memerlukan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkesinambungan dengan ditopang kualitas sumber daya manusia yang semakin kompetitif.
Selain peningkatan kualitas SDM, pemerintah juga memandang industrialisasi, penciptaan lapangan kerja baru, hingga tumbuhnya perusahaan rintisan berbasis inovasi sebagai faktor penting dalam mendukung transformasi ekonomi nasional.
“Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Serta, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan pembangunan industri nasional harus menempatkan talenta sebagai fondasi utama agar Indonesia mampu bersaing pada era ekonomi berbasis teknologi.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat pengembangan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta SHARE sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kebijakan tersebut juga diwujudkan melalui penajaman program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang mulai diterapkan pada 2026.
Pemerintah menetapkan sekitar 80 persen alokasi beasiswa LPDP akan difokuskan pada bidang STEM dan berbagai sektor industri strategis yang dinilai memiliki peran besar dalam mendukung transformasi ekonomi Indonesia.
Bidang prioritas tersebut meliputi sektor pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, hilirisasi industri, kemaritiman, hingga manufaktur berteknologi maju.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap lahir semakin banyak talenta unggul yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan sekaligus mempercepat terwujudnya pembangunan ekonomi nasional yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.***