JAKARTA – Insiden pengeroyokan yang menewaskan seorang penagih utang ‘mata elang‘ (matel) di kawasan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis sore kembali mengguncang publik karena berlangsung cepat dan menyisakan banyak kejanggalan.
Korban tersebut disebut tengah melakukan penagihan kepada seorang pengendara sepeda motor saat situasi mendadak berubah menjadi kekerasan brutal.
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menjelaskan bahwa aksi pengeroyokan terjadi secara tiba-tiba dan melibatkan sejumlah orang yang turun dari sebuah mobil.
“Iya, matel dipukulin. Akhirnya dibawa ke pinggir. Ya, sementara yang satu meninggal, yang satu masih hidup,” kata Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Menurut kesaksian warga sekitar, kedua matel sempat menghentikan sepeda motor sekitar pukul 15.30 WIB sebelum beberapa orang turun dari kendaraan lain dan langsung menyerang keduanya tanpa dialog.
Para pelaku yang diperkirakan berjumlah empat hingga lima orang segera melarikan diri setelah melakukan pengeroyokan singkat tersebut.
“Ini pengendara mobil di belakang, tiba-tiba ngeroyok gitu. Enggak tahu mungkin mau membantu atau bagaimana,” kata Mansur.
Satu korban tewas akibat luka parah dan satu lainnya masih mendapat perawatan, sementara polisi terus menelusuri keterkaitan antara para pelaku dan pengendara motor yang sempat dihentikan korban.
Penyidik Polsek Pancoran kini mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi yang berada di sekitar lokasi untuk mengungkap identitas para pelaku yang bergerak cepat dan meninggalkan TKP tanpa jejak.
“Sementara dalam penyelidikan. Menurut keterangan saksi yang ada di TKP, ya tidak mengetahui juga. Begitu cepat kejadiannya,” ucapnya.***
