JAKARTA – Harapan publik Brasil untuk menyaksikan Neymar kembali tampil di ajang Piala Dunia 2026 kembali harus tertunda setelah sang bintang dipastikan belum masuk dalam skuad pertandingan menghadapi Haiti.
Sejak dipanggil kembali oleh pelatih Carlo Ancelotti, nama Neymar telah menjadi bahan perdebatan di Brasil karena kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih setelah menjalani masa pemulihan cedera.
Kontroversi semakin menguat ketika pemain Santos tersebut mengalami masalah pada otot betis setelah bergabung dengan pemusatan latihan tim nasional, sehingga membuatnya absen pada laga pembuka dan kembali tidak tersedia untuk pertandingan berikutnya.
Jurnalis transfer ternama, Fabrizio Romano, mengungkapkan bahwa Neymar tidak akan dimainkan melawan Haiti karena tim pelatih memilih untuk tidak mengambil risiko terhadap kondisi sang pemain.
“Keputusan ini diambil karena Neymar baru kembali berlatih penuh bersama tim dalam 24 jam terakhir dan masih dalam proses membangun kondisi terbaiknya,” tulis Romano melalui akun media sosialnya seperti dikutip HITC, Jumat (19/6/2026).
Absennya Neymar bukan tanpa alasan karena pemain berusia 34 tahun itu sudah lebih dari satu bulan tidak merasakan atmosfer pertandingan kompetitif.
Laga terakhir yang dijalani mantan bintang Barcelona dan Paris Saint-Germain tersebut terjadi pada 17 Mei bersama Santos sebelum mengalami gangguan kebugaran.
Tim pelatih Brasil kini fokus memulihkan kebugaran Neymar secara bertahap agar dapat tampil pada pertandingan berikutnya melawan Skotlandia, meski kemungkinan besar hanya akan dimainkan dalam durasi terbatas.
Situasi tersebut membuat ruang persiapan Brasil menuju fase gugur semakin sempit karena turnamen berlangsung singkat dan setiap pertandingan memiliki nilai yang sangat penting.
Di sisi lain, keputusan mempertahankan Neymar dalam skuad justru memicu reaksi keras dari sebagian pendukung Brasil yang menilai kehadirannya belum memberikan dampak nyata bagi tim.
Sejumlah komentar di media sosial mempertanyakan keputusan membawa Neymar ke turnamen ketika kondisinya belum benar-benar siap bertanding.
“Dia mengambil tempat pemain lain hanya untuk duduk di bangku cadangan tanpa kontribusi apa pun, ini sangat mengecewakan,” tulis salah seorang penggemar.
Komentar lain menyindir Neymar sebagai “pemandu sorak resmi tim Brasil” karena hingga kini belum mampu membantu tim di lapangan.
Tidak sedikit pula yang menilai keputusan memanggil Neymar merupakan perjudian besar yang berpotensi merugikan Brasil dalam turnamen sekelas Piala Dunia.
Kritik tersebut semakin menguat karena Neymar telah melewatkan dua pertandingan penting saat Brasil berupaya membangun momentum menuju babak gugur.
Bagi para pendukung yang sejak awal menolak pemanggilan Neymar, absennya sang pemain kembali dianggap sebagai bukti bahwa kondisi kebugarannya belum layak untuk menghadapi tekanan kompetisi tertinggi sepak bola dunia.
Kini semua perhatian tertuju pada perkembangan fisik Neymar dalam beberapa hari ke depan karena Brasil membutuhkan pemain terbaiknya dalam kondisi prima apabila ingin melangkah jauh di turnamen.
Dengan jadwal yang semakin padat dan peluang yang semakin terbatas, waktu menjadi lawan terbesar Neymar untuk membuktikan bahwa dirinya masih mampu menjadi pembeda bagi Selecao.
Matchday kedua Grup C akan mempertemukan Brasil kontra Haiti di Lincoln Financial Field (Philadelphia, Pennsylvania), Sabtu (20/6/2026) pukul 07.30 WIB.***


